Kemah Budaya IV Sako Pramuka Paguyuban Pasundan Diikuti 5.280 Siswa
Berita, Budaya, Sekolah Pasundan

Kemah Budaya IV Sako Pramuka Paguyuban Pasundan Diikuti 5.280 Siswa

Bandung – Kemah Budaya Pramuka Paguyuban Pasundan ke-IV tahun 2026 dibuka Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi, M.Si., pada Selasa, 6 Oktober 2026, di Bumi Perkemahan Letjen TNI (Purn.) Dr. (HC) H. Mashudi, Kiarapayung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Kemah berlangsung tiga hari, 6–8 Oktober 2026, dan diikuti 5.280 siswa sekolah Pasundan (SMP, SMA, dan SMK) dari Bandung Raya, Sumedang, dan Cianjur. Perkemahan akbar ini digelar sebagai langkah nyata membentuk karakter generasi muda yang mandiri dan berakhlak mulia, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.

Implementasi Tujuan Pendidikan Nasional

Ketua Mabi Sako Pramuka Paguyuban Pasundan yang juga Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Prof. Didi Turmudzi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi undang-undang sistem pendidikan nasional untuk melahirkan peserta didik yang tangguh dan bertanggung jawab.

“Kegiatan ini adalah implementasi dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yakni tujuan pendidikan adalah melahirkan anak didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta mandiri, bertanggung jawab, disiplin, dan demokratis,” ujar Prof. Didi.

Prof. Didi mengaku bangga melihat antusiasme ribuan peserta dan jajaran tenaga pendidik yang hadir. Meski harus menempuh perjalanan jauh dan berpanas-panasan, semangat para siswa tidak surut demi mengikuti proses pembinaan karakter bangsa.

“Apa pun yang dilakukan di sini adalah dalam rangka pembinaan karakter bangsa sesuai cita-cita kemerdekaan, bahwa kita harus punya karakter pantang menyerah, pemberani, petarung, dan bertanggung jawab. Insyaallah anak-anak kita akan menjadi anak yang saleh dan salihah,” katanya.

Sarana Pembinaan Mental

Sementara itu, Ketua Puseur Sako Pramuka Paguyuban Pasundan yang juga Sekjen PB Paguyuban Pasundan, Prof. H.M. Budiana, M.Si., mengatakan perkemahan rutin keempat ini juga difungsikan sebagai sarana pembinaan mental dan self healing bagi para siswa di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah (YPDM) Pasundan.

Rangkaian Kemah Budaya IV diisi dengan beragam kegiatan, mulai dari perlombaan bertema budaya, permainan edukatif, hingga penanaman budi pekerti.

Sumber: Instagram @sipatahunan1928