Mendiktisaintek Ajak Mahasiswa Baru Unpas Perkuat Keilmuan dan Bijak Memanfaatkan AI
Berita, Pendidikan Tinggi

Mendiktisaintek Ajak Mahasiswa Baru Unpas Perkuat Keilmuan dan Bijak Memanfaatkan AI

Bandung – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D, mengajak mahasiswa memperkuat kapasitas keilmuan dan membangun kompetensi agar menjadi generasi yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Pesan itu disampaikan saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pasundan (Unpas) Tahun Akademik 2026/2027 pada Sidang Terbuka Senat Universitas Pasundan, Selasa, 15 September 2026, di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Jl. Tamansari, Bandung.

Acara dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi, M.Si; Ketua YPT Pasundan Dr. Cece Suryana, S.H., M.M.; Ketua Senat Unpas Prof. Dr. H. Bambang Heru Purwanto, M.S.; Rektor Unpas Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc.; para guru besar, wakil rektor, dosen, serta 4.588 mahasiswa baru Unpas.

AI sebagai alat, bukan pengganti proses belajar

Menteri Brian, yang juga Ketua Dewan Pakar Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, meminta mahasiswa memanfaatkan masa pendidikan tinggi untuk membangun kemampuan yang relevan dengan perkembangan zaman. Salah satu yang ia soroti adalah kecerdasan artifisial (AI), yang kian berkembang dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran.

Ia mengingatkan agar pemanfaatan AI tetap menempatkan kemampuan ilmiah dan proses belajar mahasiswa sebagai hal utama. Teknologi perlu digunakan sebagai alat tambahan untuk memperkuat kapasitas mahasiswa, bukan menggantikan proses menuntut ilmu.

Pengkuh agamana, luhung elmuna, jembar budayana

Dalam konteks Universitas Pasundan, Menteri Brian menekankan pentingnya menjaga keterhubungan antara penguasaan ilmu dan nilai-nilai yang menjadi pijakan mahasiswa. Ia mengangkat filosofi Unpas, “Pengkuh agamana, luhung elmuna, jembar budayana,” serta nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh sebagai bekal kehidupan mahasiswa. “Tradisi adalah akar. Pohon yang tinggi selalu punya akar yang dalam,” ujarnya.

Sumber: Instagram @sipatahunan1928