Wamenlu Anis Matta Dorong Paguyuban Pasundan Jadi Kekuatan Utama Kebangkitan Indonesia
Bandung – Wakil Menteri Luar Negeri, Muhammad Anis Matta, mendorong Paguyuban Pasundan sebagai lembaga pendidikan untuk menjadi kekuatan utama kebangkitan Indonesia di masa mendatang dengan melahirkan “otak politik dan ekonomi” nasional yang mampu menavigasi ancaman global.
“Talenta Indonesia untuk menjadi besar sangat memadai. Salah satu ide yang sedang digagas adalah arah baru Indonesia dan bagaimana caranya kita menavigasi Indonesia di tengah turbulensi geopolitik untuk menjadi kekuatan utama dunia, dan kita berharap di sini (Paguyuban Pasundan) menjadi otaknya Indonesia, hatinya Indonesia, tulang punggungnya Indonesia,” kata Anis Matta.
Hal itu disampaikannya ketika memberikan kuliah umum “Wawasan Geopolitik dan Kebangsaan di Lingkungan Pendidikan Pasundan” di hadapan keluarga besar Paguyuban Pasundan di Auditorium dr. Djoendjoenan, Gedung Paguyuban Pasundan, Jl. Sumatera 41 Bandung, Rabu 30 September 2026.
Diikuti Lebih dari 500 Peserta
Kuliah umum itu diikuti lebih dari 500 orang, terdiri atas Ketua Umum, Sekjen, dan para Pengurus Besar Paguyuban Pasundan; rektor, wakil rektor, ketua dan wakil ketua, direktur/wakil direktur pascasarjana, para dekan, para kaprodi, dosen, dan mahasiswa dari empat perguruan tinggi Pasundan; pimpinan dan siswa sekolah Pasundan; serta para undangan.
Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi, M.Si., dalam sambutannya menyatakan komitmen bahwa pranata pendidikan Pasundan siap melakukan refleksi sekaligus pembaruan guna menjawab tantangan kebangkrutan moral dan intervensi budaya asing.
“Kehormatan bagi kami karena Pak Wamenlu Anis Matta mau datang ke Paguyuban Pasundan. Kita ingin ada gambaran perjuangan umat Islam, terutama di era perubahan politik global. Perubahan menuntut zaman baru, kita harus mampu menghadapi realitas baru,” tutur Prof. Didi Turmudzi.
Perang Kognitif
“Kita hidup di era di mana inti dari semua pergerakan geopolitik pada dasarnya adalah perang kognitif, perang otak. Siapa yang bisa survive di sini ditentukan oleh orang-orang yang berpikir lebih canggih daripada lainnya. Paguyuban harus menciptakan otak politik dan ekonomi untuk masa yang akan datang,” ujar Anis.
Sumber: Instagram @sipatahunan1928